Kisah sukses Pencari gaharu

Tuesday, September 2nd 2014. | Gaharu Indonesia, gaharu super, kayu gaharu super

Kisah sukses pencari gaharu Nobertus Ndolu semula dianggap sebagai orang gila oleh warga Kampung Nunur, Desa Mbengan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tkisah sukses pencari gaharuenggara Timur (NTT). Pasalnya, pria 53 tahun ini membawa pohon Gaharu dari Hutan Mbengan untuk dibudidaya di sekitar pekarangan rumahnya, dan bahkan kemudian di kebunnya.

 

Tetapi warga kampung itu kini terhenyak setelah ribuan pohon Gaharu memenuhi kebunnya di wilayah Wae Mapar, Wae Lendo, dan Gilong. Bahkan di belakang rumahnya dan di pekarang rumahnya, rimbun dengan Gaharu. Warga masyarakat di Kampung itu lalu berlomba-lomba meminta bibit Gaharu dari Nobertus Ndolu dan mengikuti jejaknya.

“Saya memang dulu tertarik setelah di Mataram, Ibukota Propinsi NTB, ditantang oleh seorang dari Bali, namanya Pak Made dan Agung Sindrat. Dengan singkat dia mengatakan, ‘mungkin Anda memiliki teras rumah untuk ditanami pohon Gaharu?. Lalu, saya balik bertanya, apakah pohon itu berharga sehingga dicari di seluruh wilayah Manggarai waktu itu. Orang Bali itu mengatakan, kami gunakan pohon itu untuk kemenyan. Lalu, mereka menyuruh saya untuk menanam sebanyak-banyaknya. Kini, saya membudidayakan pohon Gaharu secara mandiri sebanyak 15.500 pohon termasuk pembibitannya,” ceritanya.

Dalam bahasa Kisah sukses pencari gaharu ini di ambil dari www-theindonesianway-com, Gaharu ini sebenarnya disebut “Sue” atau “Cue”. Di sejumlah tempat, ketika hutan belum dibabat habis masyarakat, pohon ini memang tumbuh liar. Tetapi kemudian menjadi langka, seiring menghilangnya hutan yang dirambah rakyat untuk perkebunan.

Dulu orang tidak mengira bahwa pohon ini bernilai ekonomis sangat tinggi. Ternyata sekarang harganya sangat mahal. Inilah yang membuat makin banyak orang berminat membudiayakan pohon ini. Ini pula yang membuat Gaharu menjadi magnet baru bagi masyarakat.

Seluruh warga Flores, NTT sedang mencari kayu ini untuk ditanam. Pemerintah daerah di hampir seluruh pulau ini memesan bibit ke Nobertus. Bahkan orang dari luar pulau seperti dari Bima, Bali dan Jawa juga datang kepadanya untuk membeli pohon Gaharu yang sudah ditanamnya itu.

“Harga yang mereka tawarkan sekarang yakni untuk kayu Gaharu super Rp 55.000.000 per kilogram, kayu gaharu kelas II berkisar Rp 15.000.000-Rp 2.000.000 per kilogram, kayu gaharu Teri Hitam Rp 1,500.000, dan Teri Putih Rp 25.000 per kilogram,” ceritanya bangga.

Keuntungan sangat besar untuk Nobertus sudah ada di depan mata. Bayangkan dia memiliki 1.000 pohon Gaharu di kebunnya yang sudah siap panen dengan usia 18-19 tahun. Berapa duit yang akan dia dapat dari budidaya pohon ini. Dia juga masih memiliki bibiat anak Gaharu sebanyak 9.000. Sebagian dari jumlah itu sudah dibeli orang dari Bajawa, Ende, dan tentu saja Manggarai Raya. “Bibit anak pohon Gaharu yang sudah dibeli oleh Dinas Kehutanan Kabupaten Manggarai Timur sebanyak 5.500 dengan harga Rp 4.500 per anakan pohon Gaharu. Jadi jumlah keseluruhan yang sudah dibudidayakan pohon Gaharu sebanyak 15.500 anakan pohon Gaharu,” ungkapnya.

Tadinya, Nobertus membudidayakan Gaharu hanya untuk melestarikan pohon itu dari kepunahan. Apalagi, di setiap ada pohon Gaharu selalu ada burung yang hinggap di atasnya. Bukan hanya keuntungan finansial yang siap diterimanya. Di kebunnya yang rimbun dengan hutan Gaharu, sekarang sudah muncul mata air.

Selain itu, menurut Nobertus, pohon Gaharu ternyata memiliki kasiat untuk menyembuhkan penyakit. Paling tidak Malaria dan luka-luka bisa disembuhkan dengan biji pohon ini. Itu sebabnya, bersama rekannya, Daniel Ndai, Nobertus kini sedang mengembangkan minyak Gaharu untuk diminum, bahkan dicampur dalam teh dan kopi.

Dari budidaya pohon ini dia bisa menghidupi lima orang anaknya, Agustinus Simeon Defretes (21), Deditus Marselinus Omba (17), Irenius Derison Bernard (15), Fransiska Rensiana Peko (10) dan Albertus Debriano Darma (6). Hanya saja dia tidak dilirik oleh pemerintah. “Saya tidak pernah diperhatikan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai Timur untuk pendampingan, pelatihan untuk membudidayakan pohon Gaharu yang lebih unggul lagi. Saya dengan pengalaman serta kemauan dengan ketekunan sendiri untuk membudidayakan pohon Gaharu yang dimulai dari kebunnya sendiri,” keluhnya.

Sempat Merantau

Nobertus Ndolu lahir di Kampung Nunur, 17 Maret 1959. Dia sempat menyelesaikan Sekolah Menengah Pertama di SMP Rosa Mistika, Waerana. Setamat SMP, suami Kristina Epi (44) ini merantau ke Maumere. Di Ibukota Kabupaten Sikka itu, dia kursus montir. Lulus dari sini, dia menjalani profesi sebagai sopir mobil Puskesmas keliling di Kabupaten Ngada dengan gaji Rp 12.000 per bulan. Lalu dari Bajawa, Ibukota Kabupaten Ngada, dia kemudian memutuskan untuk pulang kampung dan menetap di Nunur. Pada 1979 dia pindah ke Lembor, kini masuk wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Di lumbung padi Manggarai Raya itu, dia bekerja di PT Nindia Karya (PT NK) sebagai operator alat berat selama tiga tahun untuk pengeboran Cadas irigasi Wae Kantar dan Waeraho.

Karena prestasi kerja bagus, “Saya diajak Pelaksana PT Nindia Karya, Agung Sindrat untuk bekerja di Mataram, Ibukota Kota Propinsi NTB. Selama di Lombok, Mataram menjadi karyawan bagian Satuan Pengamanan (Satpam) PT Nindia Karya pada 1983. Dari Satuan Pengamanan (Satpam), saya dipindah ke bagian administrasi dengan tugas ruting membayar rekening, pajak perusahaan. Karena, ketekunan dan kejujuran yang saya lakukan, saya dipercaya oleh perusahaan PT Nindia Karya mengikuti pelatihan tenis lantai kepada karyawan perempuan di perusahaan tersebut. Selain menjadi karyawan, saya mengikuti perlombaan antar perusahaan di Lombok Barat dan berhasil menjadi juara II dan juga saya ikut lomba lari sepanjang 5 kilometer dari Ampenan-Senggigi dengan peserta 1.500 orang. Saya pernah di Tuban Bali selama satu setengah tahun dengan bekerja di Waduk di Tuban,” ceritanya pada Jumat (14/12/2012) lalu.

Peziarahan Nobertus Ndolu belum berhenti di situ. Dia lalu bekerja di Labuan Bajo, kini menjadi Ibukota Kabupaten Manggarai Barat sebagai pengantar alat-alat berat untuk Pelabuhan Ferry di kota itu. Pada saat itulah dia ditanya Bambang Subiakto dari bagian Komputer di PT Nindia Karya. Bambang pun menyarankan Nobert pulang kampung dan menanam tanaman berjangka panjang.

Usulan itu pun diterima. Dia kembali ke Nunur. Tetapi tantangan yang didapat tidak mudah. Dia dicibir oleh warga kampung. Tetapi celaan warga sekampungnya diterimanya dengan senang hati. Dalam situasi seperti itu, dia keluar masuk hutan di kampungnya untuk mencari pohon Gaharu karena pada saat itu banyak orang dari luar pulau yang mencari kayu ini.

“Lalu saya bertemu dengan Kanisius Jani yang mencari kayu Gaharu. Saya diajaknya ke Hutan Mbengan untuk mencari kayu Gaharu. Waktu itu kayu yang dicari adalah kayu Gaharu yang super dengan harga Rp 150.000; per kilogram dan Teri Hitam, Teri Putih (istilah kayu Gaharu) pada tahun 1992-1993. Harga Teri Putih waktu Rp 5.000 per kilogram sementara Teri Hitam Rp 15.000 per kilogram. Saya ke hutan Mbengan untuk mencari kayu Gaharu karena tergiur dengan harga yang mahal pada waktu itu. Selama di hutan itu, saya merenung dan muncul pemikiran bahwa kayu langka ini akan punah dan Pemerintah melarang masyarakat masuk hutan untuk menebang pohon itu. Saya masih ingat pada hari Jumat 1996 untuk memulai menanam pohon Gaharu yang dimulai dari pekarangan rumah. Waktu itulah saya memulai membudidayakan kayu gaharu secara mandiri,” tuturnya.

Sejak itu dia melakukan pembibitan pohon Gaharu dan mulai menanamnya di kebunnya sendiri. Hasil kerjanya itu kini membuahkan hasil. Tumpukkan uang dalam jumlah banyak sudah berada di depan mata dari jerih payahnya selama bertahun-tahun. Meski awalnya dia dianggap sebagai orang gila, kini dia siap menerima uang yang jumlahnya gila-gilaan.

Kisah sukses pencari gaharu ini di ambil dari www-theindonesianway-com (Kontributor, Markus Makur)

Incoming search terms:

  • kisah sukses petani gaharu
  • petani gaharu yang sudah berhasil
  • bahasa bima kayu gaharu
  • Kisah sukses pencari gaharu
  • Siapa yg berhasil pencari kayu gaharu termahal
  • Kisah para Pemburu gaharu
  • Kampung nunur
  • jadi kaya dari pohon gaharu
  • gaharu super flores
  • cerita pohon gaharu
tags: , , , , , , , ,

Related For Kisah sukses Pencari gaharu