Kayu gaharu

investor gaharuPemerintah Kabupaten Bangka, Provinsi Bangka Belitung (Babel), membutuhkan investor untuk mengembangkan Pohon gaharu. “Kami membutuhkan investor untuk membina, membimbing, mengelola penyediaan bibit, inokulan dan memasarkan hasil gaharu petani untuk meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata Kabid Kehutanan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka, Suhendar, di Sungailiat, Bangka, Kamis.  Ia menjelaskan, pada 2010 terdapat 91.000 pohon gaharu yang telah dibudidayakan petani di kecamatan Sungailiat, Belinyu, Merawang, Riau Silip, Puding Besar, Pemali, Mendo Barat, dan Kecamatan Bakam.

Selain itu ada 3.058 pohon gaharu alami jenis “Aqularia Malacencis”, “Aqularia Microcarpa”, dan “Aqularia Becariana” yang tersebar di hutan Bangka.  “Selama ini, pemasaran gaharu masih menjadi kendala, sehingga minat petani yang sebelumnya cukup tinggi menjadi berkurang karena tidak mengetahui harga, pemasaran, dan penampungan gaharu,” ujarnya.  Untuk mengembangkan potensi gaharu ini, pihaknya terus berupaya menawarkan kepada pengusaha dan investor asing untuk menampung hasil gaharu petani, melalui pameran-pameran tingkat lokal, nasional dan internasional untuk memancing minat pengusaha membeli gaharu hasil pertanian Bangka.

“Pada Kongres Gaharu Internasional 22-23 November lalu kami menawarkan potensi gaharu Kabupaten Bangka agar mereka berminat dan berinvestasi mengembang potensi tersebut. Kongres di Hotel Novotel Pangkalpinang itu diselenggarakan atas kerja sama Kementerian Kehutanan dengan sekretariat CITES dan dihadiri delegasi dari Uni Emirat Arab, Thailand, China, Malaysia, Vietnam, Miyanmar, Kamboja, Jepang, Singapura, India, Bhutan,” ujarnya. Menurut dia, dalam upaya meningkatkan minat petani mengembangkan gaharu ini, pihaknya telah menyediakan bibit pohon gaharu dan mengunakan teknologi “inokulan” untuk mempercepat pembentukan gaharu kualitas baik. “Kami sudah memfasilitasi empat kelompok tani dalam penyediaan bibit pohon gaharu unggul agar mereka mudah mengembangkan pohon gaharu dan masing-masing kelompok tani tersebut mampu menghasilkan 25.000 bibit gaharu per bulan,” ujarnya.

This entry was posted in Investasi Gaharu and tagged , , , . Bookmark the permalink.