GAHARU

APAKAH ANDA PERNAH MENDENGAR, KAYU TERMAHAL DI DUNIA?

APAKAH ANDA TAHU,KAYU YANG PALING DI CARI?

APAKAH ANDA TAHU, KAYU YANG DI GUNAKAN SELURUH AGAMA ?

APAKAH ANDA TAHU, TANAMAN OBAT TERTUA?

JAWABANNYA ADALAH:

GAHARU

gaharu""

Gaharu merupakan jenis kayu keras yang sangat mudah untuk dibudidayakan di daerah tropis seperti Indonesia.Gaharu tidak memerlukan tempat berkembangbiak secara khusus.Oleh sebab itu kayu Gaharu bisa  hidup Di berbagai tempat di asia tenggara,termasuk Indonesia

Indonesia telah dikenal sebagai salah satu Negara penghasil Gaharu di Dunia, karena mempunyai lebih dari 25 jenis pohon penghasil Gaharu yang tersebar di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.Beberapa jenis dan spesies gaharu diantaranya Aquilaria Malacensis, A.Microcarpa, A.Becariana, A.Crasna, A.filaria, Gyrinops verstigii dll. Gaharu merupakan komoditi elit hasil hutan bukan kayu yang saat ini banyak diminati oleh konsumen, baik dalam negeri maupun luar Negeri.Kayu gaharu memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi di bandingkan dengan kayu lainnya.Tingginya harga membuat gaharu diburu sehingga menyebabkan berkurangnya populasi secara cepat.Budidaya merupakan keharusan untuk menghindari dari kepunahan guna memenuhi kebutuhan manusia.

Cara Tanam

Penanaman bibit penghasil gaharu dapat dilakukan secara agroforesty (tumpangsari) dengan tanaman jagung, singkong, pisang atau ditanam di sela-sela tanaman pokok yang telah tumbuh terlebih dahulu, seperti karet, akasia, sengon, kelapa sawit, dan lain-lain.

Pada tahap awal pertumbuhan di lapangan bibit penghasil gaharu memerlukan naungan atau disandingkan dengan tumbuhan lain.Dengan mengatur jarak tanam yang tepat, maka tanaman penghasil gaharu tidak akan mengganggu pertumbuhan tanaman pokok.

Apabila tanaman penghasil gaharu akan ditanam pada hamparan lahan yang luas dan masih kosong (monokultur), maka jarak tanam dapat dibuat 3 X 3 m,  3 x 4 m, 3 x 5 m, 4 m x 4 m atau 5 m x 5 m, namun jika ditanam secara tumpangsari jarak bisa disesuaikan menurut kebutuhan dan lahan yang tersedia.

Inokulasi

Setelah Pohon Gaharu berdiameter 12cm perlu dilakukan proses Inokulasi guna mempercepat tumbuhnya Glubal/galih.Pohon Gaharu di lubangi dengan menggunakan Paku dan bor,sedangkan kedalaman lubang pengeboran harus disesuaikan dengan besarnya Pohon.Semakin besar diameter Pohon maka semakin dalam lubang.Setelah itu inokulan di masukkan dengan menggunakan jarum suntik.

Pembuatan Inokulan

Teknik induksi jamur pembentuk gaharu dilakukan pada batang pohon penghasil gaharu.Reaksi pembentukan gaharu akan dipengaruhi oleh daya tahan inang terhadap induksi jamur dan kondisi lingkungan.Respon inang ditandai oleh perubahan warna coklat setelah beberapa bulan disuntik.Semakin banyak jumlah  lubang dan inokulum dibuat maka semakin cepat pembentukan gaharu terjadi. Proses pembusukan batang oleh jamur lain dapat terjadi apabila teknik penyuntikan tidak dilakukan sesuai prosedur.Setelah 6 bulan kemudian hasil Inokulasi yang kita lakukan sebelumnya sudah bisa kita lihat hasinya dengan mengupas kulit kayu gaharu.

Pemanenan gaharu

Panenan dapat dilakukan minimum 1 tahun setelah proses induksi jamur pembentuk gaharu. Apabila ingin mendapatkan produksi gaharu yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas,maka proses pemanenan dapat  dilakukan 2-3 tahun setelah proses induksi jamur. Teknik pemanenan dan keahlian dalam pemilahan kayu gaharu (Gubal, Kemedangan dan Abu) akan       mempengaruhi kualitas dan harga gaharu.Tenaga teknis yang handal dan berpengalaman wajib dimiliki oleh Perusahaan pengelola Kayu Gaharu.Pelatihan dari tehnik budidaya,inokulasi dan pemanenan wajib dilaksanakan agar budidaya gaharu bisa mendapatkan kuwalitas terbaik

This entry was posted in Uncategorized and tagged , , , . Bookmark the permalink.